Sabtu, 15 Januari 2011

Budidaya Belut di Air Jernih

Sekarang Indonesia sedang digalakkan untuk memakan makanan yang berprotein tinggi salah satunya adalah belut. Namun belut masih suli dan jarang di dapatkan dalam pasar-pasar karena belum banyak yang berbudidaya. Peluang inilah yang menggiuran untuk digarap, dan berpotensi kearah ketahanan pangan dan swasembada belut.
Belut dengan kandungan protein sampai 74% adalah sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak dan cucu kita ke depan. Parradigma berpikir bahwasanya belut dapat berkembang hanya di lumpur harus dihilangkan. Inti dari hewan transeksual ini dapat hidup karena ada air yang sehat.
Cara budidaya belut ini cukup sederhana, dapat dilakukan ditempat yang tidak memakan lahan banyak seperti di terpal, seng, di drum yang tidak digunakan atau kolam permanen dll. kalau ingin terjun menekuni budidaya belut hal yang diperhatikan adalah bibitnya, ciri-ciri belut yang baik antara lain pilih bibit belut yang berukuran "fiberling" seukuran batang rokok/ pena seragam waktu pengiriman jangan terlalu lama maksimal 1 jam menurangi stressing. Pilih belut yang berwarna cokelat kekuningan (oranye) berdada kuning, atau kecoklatan bening dan bertutul hitam. Apabila dipegang/ diangkat tidak melengkung lemas.
Ditempat penampungan kepala tidak mendongok ke atas  dan tenang tetapi bergerak aktif posisi tetap dibawah dan dalam air. kalau mau mengambil nafas mereka menjulurkan hidungnya keluar air langsung kembali kedalam air dengan cepat. Warna disekitar insang cerah. Posisi perutnya masih dibawah. Jangan memilih belut yang sudah terlentang, dipastikan tidak lama akan mati. Tidak luka atau cacat karena terkena penjepit/ pancing atau alat waktu menangkap. Pilihlah bibit belut yang yang dapat besar yakni berwarna kekuningan, cokelat cerah bening,  ada totol - totol hitam samar - samar, cokelat agak kehijauan disekujur tubuhnta, kepala dijendol dan dipunggung bagian ekor bergaris warna kuning cerah ada batikan/ motif terlihat jelas dibagian ekor. Bagian kepala ada corat coret berwarna kungin terlihat jelas, bibit yang punggungnya berwarna cokelat kehitaman tetapi berdada kuning.
Budidaya belut di air jernih ini sangan efisien dan sangat menguntungkan. Caranya belut dari bibit tangkapan diadaptasikan dahulu kedalam kolam yang komposisinya lumpur yang nglenyet sedalam lutut orang dewasa, diatasnya gedebok pisang yang benar benar busuk, diatasnya ditaruhi jerami padi setelah diatasnya dikasih air jernih. setelah satu bulan ditaruh di  kolam mediasi itu kemudian bulan keduanya lumpur dikurangi tiap hari sampai habis, belum tidak kaget serta jadi terbiasa hidup di air jernih.
Pemberian pakan pokok yang disarankan jumlah minimal perhari, bulan pertama cacing merah dengan yuyu, bulan kedua dipakani cacing merah, cacahan keong, cacahan anak katak, cacahan ikan, bulan ketiga diberi pakan keong separo dan anak katak, pada bulan keempat sampai panen keong utuh dan anak katak utuh. Penggantian air rutin pada saat pemberian pakan yuyu, selama pemberian pakan keong pergantian air dilakukan seminggu sekali kita tetap menjaga air tetap jernih jangan sampai keruh karena pembusukan pakan.
Budidaya belut masih potensial selain pangsa pasarnya masih terbuka, belut yang mengandung protein besar sangat digemari dari restoran, warung makan, cafe, swalayan atau pasar luar negeri. Untuk satu kg nya dipasaran mencapai 35 ribuan, kalau dijual ke pengepul mencapai 20 ribuan. Dari bibit satu kintal bisa menghasilkan 1 ton belut panen. Modal 25 juta dalam empat bulan dapat menghasilkan uang 60 jutaan keuntungan bersih setelah dikurangi beban bisa mencapai 20 juta, jumlah angka yang menggiurkan

Sumber  :  GEMA KARANG TARUNA Edisi : 0006/ II/ November 2010

Comments :

0 komentar to “Budidaya Belut di Air Jernih”

Poskan Komentar

 

Copyright © 2009 by PUSTAKA BUDI

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger